--> PAUD BAITURROHMAN SUKARAJA | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Sunday, April 10, 2022

AKIBAT APABILA KITA SERING  MENGATAKAN ANAK BODOH

AKIBAT APABILA KITA SERING MENGATAKAN ANAK BODOH

 Sehari-hari dalam melakukan kegiatan pendidikan dan pengembangan anak, mungkin, kita sering atau pernah mendengar ungkapan “kamu bodoh” atau mendengar saudara sepupunya yaitu "Guoblok". Kita sering mendengar atau bahkan mungkin sengaja maupun tidak sengaja kita pernah mengucapkan kata-kata berkonotasi negatif tersebut. 

Ungkapan ini memang sering sekali kita temui, baik di rumah maupun di sekolah. Biasanya kata-kata ‘kamu bodoh’ diucapkan untuk menggambarkan kondisi peserta didik, baik secara individu maupun berkelompok. Karena sering diucapkan di lingkungan pendidikan, maka bisa dipastikan yang mengucapkan kata-kata tersebut tidak lain daripada pendidik (guru). Tetapi tidak tertutup kemungkinan yang mengatakan demikian adalah orang tua sebab, kita tahu, orang tua adalah pendidik utama. Menjadi pertanyaan, pantaskah mengatakan ‘bodoh’ kepada anak?? Adakah dampak mengatakan mengatakan perkataan negatif kepada anak?

akibat dan bahayanya jika sering mengatakan anak bodoh

Kata ‘bodoh’ menurut kamus bahasa Indonesia memiliki arti tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat mengerjakan, dan sebagainya. Bodoh juga berarti tidak memiliki pengetahuan. Ketika orang tua mengatakan “kamu bodoh” kepada anaknya, berarti orang tua berpandangan bahwa anaknya tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu, tidak dapat mengerjakan, atau tidak memiliki pengetahuan.

Sedangkan Kebodohan dalam Wikipedia: adalah keadaan dan situasi di saat kurangnya pengetahuan terhadap sesuatu informasi yang bersifat subjektif. Hal ini tidak sama dengan tingkat kecerdasan yang rendah (kedunguan), seperti kualitas intelektual dan tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang. Kata "bodoh" adalah kata sifat yang menggambarkan keadaan di saat seseorang tidak menyadari sesuatu hal, tetapi masih memiliki kemampuan untuk memahaminya. Istilah bodoh dapat ditempatkan seperti dalam kalimat "Seseorang memiliki kemahiran dalam matematika, tetapi sama sekali bodoh dalam ilmu bahasa". Di sisi lain secara umum, kata bodoh sering ditempatkan seperti dalam kalimat "Orang itu bodoh karena membiarkan hal itu terjadi". Penggunaan istilah bodoh pada contoh kalimat yang kedua tersebut bermakna sebuah ucapan penghinaan yang merendahkan kualitas kecerdasan seseorang, tetapi sebenarnya itu tidak tepat dalam hal makna sebenarnya. 

Nah, dalam pembahasan kali ini, ‘bodoh’ yang saya maksudkan adalah suatu keadaan dimana tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan, tidak bisa menjawab soal, atau tidak memiliki pengetahuan. Fakta menyatakan bahwa anak merupakan individu yang berada dalam taraf tidak bisa melakukan, tidak bisa 

Dalam situasi dimana anak tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan sesuatu hal atau menjawab pertanyaan secara tepat, tidak jarang, orang tua mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut dengan melontarkan kata-kata seperti ‘kamu bodoh’, ‘bodoh lu’, atau ‘lu pung bodok lai’, atau kata-kata sejenis. Ada orang tua yang tidak merasa bersalah ketika mengatakan demikian. Fenomena semacam ini pada umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan akan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kata-kata tersebut. Ada juga karena telah ada kesepakatan sebelumnya dengan anak, manakala mereka tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan, atau tidak bisa menjawab, maka mereka akan dikatakan bodoh. Yang terakhir ini berhubungan dengan manajemen interaksi interpersonal dalam keluarga. Meski demikian, untuk menghindari kesan penghinaan terhadap anak, saya mengusulkan kepada orang sekalian petang ini agar sebaiknya tidak mengatakan bodoh terhadap anak. 


Pertimbangan saya adalah:


1. Anak jelas merupakan individu yang memang tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu, tidak dapat mengerjakan, atau tidak memiliki pengetahuan. Kalau anak lekas mengerti, mudah tahu, dapat mengerjakan, atau memiliki pengetahuan, maka mereka tidak membutuhkan orang tua. Sebab mereka bisa belajar secara mandiri dan sama sekali tidak membutuhkan direct (arahan) dari siapa pun. 

2. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-berbeda. Anak yang satu tidak sama dengan anak yang lain. Kalau ada anak yang minim dalam mata pelajaran matematika, fisika, atau ilmu-ilmu eksakta lainnya, belum tentu ia minim juga dalam mata pelajaran bahasa inggris, bahasa indonesia, dsb. Begitu pula, mungkin ada anak yg maximal dalam mata pelajaran eksakta tetapi belum tentu ia maksimal dalam mata pelajaran non eksakta. Jadi, adalah tidak perlu mengatakan ‘bodoh’ kepada anak hanya karena ia minim dalam mata pelajaran atau hal tertentu.

Dalam hal ini saya sependapat dengan teori multiple intelligence atau kecerdasan majemuknya seorang psikolog asal AS, Howard Gardner menyatakan bahwa: Kecerdasan (inteligensi) tidak terdiri dari satu yang umum dan beberapa yang khusus, melainkan memang benar-benar ada beberapa inteligensi khusus yang masing-masing mandiri, yaitu kecerdasan bahasa (linguistic), logika matematika (logic-mathematical), ruang (spatial), gerak tubuh (bodily-kinesthetic), musik (musical), antarpribadi (interpersonal), dan ke dalam diri (intrapersonal), serta kecerdasan tentang alam (naturalistic intelligence).

Sudah seharusnya orang tua mengetahui bahwa anak adalah individu yang tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu, tidak dapat mengerjakan, atau tidak memiliki pengetahuan, sehingga tidak lekas mengatakan ‘bodoh’. Maksud saya, setiap orang tua hendaknya menahan diri untuk tidak mengatakan ‘bodoh’, baik secara lisan maupun tulisan, kepada anak. Tujuannya tentu saja supaya anak bebas dari konsep diri ‘bodoh’ yang dilontarkan oleh orang tua. Kita tahu, bodoh selalu berasosiasi negatif. Jika kata ini terlanjur disematkan kepada anak, bukan tidak mungkin ia akan membangun konsep diri secara negatif sesuai dengan kata yang disematkan kepadanya. Akibatnya, anak tidak akan tertantang untuk berkembang. 

Dalam kaitannya dengan kecerdasan, orang tua seharusnya mengetahui kecerdasan anak. Orang tua yang mengetahui kecerdasan anaknya tidak akan memaksakan anaknya untuk menguasai suatu bidang tertentu yang bukan passion anaknya. Orang tua yang demikian akan dengan mudah menyesuaikan gaya membimbing anaknya. Jangan lupa, sejak kecil anak sudah memperlihatkan minatnya terhadap bidang tertentu. Karena itu, adalah tugas orang tua dan guru untuk mengakomodir minat anak atau anak didiknya. Ingat, mengakomodir dalam arti memfasilitasi, bukan memaksakan anak supaya beralih kepada bidang lain.


Inilah alasan sebaiknya tidak mengatakan anak ‘bodoh’?

Admint bilang sebaiknya karena ada anggapan bahwa kalau ada kesepakatan antara anak dengan orang tua atau guru maka diperbolehkan. 

1. Karena anak sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara psikis, maupun fisik. Pada tahap ini anak memerlukan hal-hal yang bersifat konstruktif dan berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian mereka.

2. Karena sebagai individu yang sedang bertumbuh dan berkembang ke arah kedewasaan, anak memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka akan dengan mudah kehilangan semangat dan rasa percaya diri manakala mendapat label yang kontra produktif dengan pertumbuhan dan perkembangan emosi mereka. Bukan tidak mungkin akan berdampak pada terganggunya kondisi emosi mereka.

3. Karena dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, anak 

sedang berupaya membangun konsep diri (self concept). Apabila informasi yang mereka terima dari luar bersifat negatif, maka konsep diri mereka pun cenderung negatif. Jarang ditemui anak yang mampu menunjukkan tindakan yang berlawanan arah dengan anggapan negatif yang ditujukan kepada mereka. Maksudnya, sulit menemukan anak yang mampu membuktikan dirinya tidak bodoh meskipun dikatakan bodoh.

4. Karena anak dapat/ bisa saja mempercayai atau menyetujui perkataan ‘kamu bodoh’ yang disematkan pendidik kepadanya. Sepanjang pertumbuhan dan perkembangannya, bahkan mungkin sepanjang hidupnya ia akan menganggap dirinya bodoh. 

5. Karena maksud kehadiran orang tua dalam kehidupan anak tidaklah untuk menyematkan label ‘bodoh’ kepada anak. Orang tua hadir dengan tujuan memberdayakan segala potensi anak yang tentu saja bermacam-macam.



Dampak Mengatakan Anak “Bodoh”

Mengatakan ‘bodoh’ kepada anak merupakan tindakan memberikan label. Label atau labeling adalah memberikan label kepada seseorang sebagai identitas diri orang tersebut dan menjelaskan orang dengan tipikal bagaimanakah dia.

Biasanya, orang yang diberi label akan diperlakukan seperti label yang disematkan kepadanya. Misalnya seorang anak dikatakan ‘bodoh’ maka ia akan diperlakukan seperti orang bodoh. Tindakan yang demikian, entah sadar atau tidak sadar, merupakan penjelasan akurat kepada anak tentang tipikal bagaimanakah dia. Anak cenderung menerima dan menjalani kehidupannya sesuai dengan indetitastersebut yakni identitas orang bodoh.

Pada dasarnya, pemberian label dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan dari harapan namun yang terjadi justru sebaliknya. 

Dan kenyataannya memang demikian. Anak yang dikatakan ‘bodoh’ tidak akan menerima tugas-tugas yang bersifat menantang dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Dari sudut pandang anak, ia selalu akan merasa tidak mampu menyelesaikan tugas yang menantang dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena ia terjebak dalam ungkapan ‘kamu bodoh’ dimana ia juga mengakui hal itu dengan turut mengatakan kepada dirinya sendiri ‘saya bodoh, jadi tidak mungkin saya mampu menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dan menantang’. Sementara itu, dari sudut pandang pemberi label (orang tua) enggan memberikan tugas yang menantang dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena terjebak dalam pemikiran ‘ah, dia kan bodoh, mana mungkin mampu mengerjakan tugas-tugas seperti ini, percuma saja’. Pada akhirnya, anak yang diberi label ‘bodoh’ tidak mendapat kesempatan untuk berkembang sebab tidak pernah  dimotivasi atau diberi dukungan untuk maju. Ia akan tumbuh dan berkembang dalam stigma ‘bodoh’ bahkan bisa jadi akan mengatakan kepada dirinya sendiri ‘saya bodoh’.


akibat dan bahayanya jika sering mengatakan anak bodoh


Mengatakan ‘bodoh’ kepada anak sama dengan menghancurkan kemampuan berinteraksi mereka. Anak yang dilabeli ‘bodoh’ akan menerima diri mereka sendiri sebagai pribadi yang tidak diinginkan alias ditolak. Anak yang demikian akan merasa diri tidak dihargai, tidak dicintai, cenderung memilih jalan yang mudah, tidak berani mengambil resiko, dan tidak dapat berprestasi, memiliki penghargaan diri yang rendah dan dapat menimbulkan pengaruh negatif bagi lingkungan, baik lingkungan kerja maupun lingkungan pergaulannya.


Tips Mudah dan Sederhana 


Berikut ini saya anjurkan beberapa tips Mudah dan sederhana untuk menghindari mengatakan anak bodoh:

1.Berusaha dengan kemampuan maksimal untuk mengetahui tidak hanya tahap demi tahap perkembangan anak tetapi juga kemampuan mereka. Dengan begitu, orang tua akan mengasuh secara tepat.

2.Setiap orang tua perlu mengakui bahwa mengajar anak bukanlah pekerjaan mudah. Sebab yang diajar adalah individu yang berkehendak dan unik. Dengan mengakui hal ini, orang tua akan terus menerus berimprovisasi dalam mengasuh sebagai upaya mengakomodir kemampuan anak.

3.Jangan lupa, setiap anak memiliki kecerdasan sendiri. Karena itu gaya mengasuhnya pun tentu tidak sama.

4.Perlu diingat, mengatakan ‘bodoh’ kepada anak tidak merubah apa-apa, kecuali memperburuk keadaan.

5.Emosi perlu dikontrol.

6.Jika kesabaran hampir habis, cobalah untuk tenang dengan cara menarik diri dari kegiatan belajar bersama anak.

Demikian tentang akibat dan bahayanya jika sering mengatakan anak bodoh, semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih, semoga sukses selalu.

Sunday, July 19, 2020

Kumpulan lagu - lagu pembelajaran untuk PAUD

Kumpulan lagu - lagu pembelajaran untuk PAUD

Dalam Pembelajaran Lagu di sekolah Pendidikan Usia Dini sangatlah penting
silahkan kepada ibu guru untuk belajar lagu - lagu paud di sini












Saturday, July 18, 2020

Cara mengatasi printer tidak dapat di install . The Print Processor Does Not Exist dalam Operating System Windows 7 32 bit

Cara mengatasi printer tidak dapat di install . The Print Processor Does Not Exist dalam Operating System Windows 7 32 bit


PERMASALAHAN SAYA ADALAH TIDAK BISA MENGINSTALL DRIVER PRINTER.
Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan permasalahan dengan printer deskjet-multi-fungsi  Printer, Scanner dan Fotocopy,  keluaran perusahaan ternama. Dalam hal ini driver scanner nya terlihat jelas dan bisa digunakan untuk men-scan gambar dan lainnya. Akan tetpi ketika saya membutuhkan untuk mencetak, drivernya tidak muncul di control panel dan tentu saja tidak bisa digunakan untuk mencetak. Beberapa kali saya install ulang driver printer multifungsi ini, tidak mengubah keadaan begitu proses instalasi sampai pada sesi menginstal DRIVER PRINTER akan selalu gagal. Dengan ditandai tanda silang merah (failed).  Maka saya melakukan cara lama dengan menginstall drivernya saja. Langkahnya adalah sebagai berikut : Masuk ke Control Panel kemudian pilih Hadware and Sound kemudian klik pada Devices and PrintersSetelah itu klik Add a printer pilih Local Printer kemudian Pilih Portnya adalah USB0001 (Virtual port for USB) klik NEXT kemudian sudah terdapat Printer yang dimaksudkan lalu pilih TYPE nya dan NEXT. Inilah masalah yang sesungguhnya, ternyata setelah saya klik NEXT dalam proses penginstalan langsung muncul kata-kata kurang lebih seperti ini : Cannot Install Printer. The Print Processor Does Not Exist. Dalam permasalahan yang saya alami adalah hanya muncul driver SCANNER nya saja, driver printernya tidak pernah muncul, karena menunjukkan file yang diperlukan tidak ada di System32/spool/prtprocs/w32x86. Yang berisi beberapa file di dalamnya, silahkan anda download file tersebut di sini.

 Gambar 1

Kalaulah normal maka akan terinstall printer kita dengan baik dan muncul di tampilan yang sedang kita buka ini (Add a printer) dengan perintah untuk mengetes halaman awal (Print Test Page) dan printer berjalan dengan normal. Akan tetapi karena ada file yang kurang maka yang muncul adalah pesan tersebut.
SOLUSINYA BAGAIMANA?
Lalu bagaimana caranya untuk menjadikan keadaan seperti tersebut di atas menjadi normal dan printer bisa mencetak file-file pekerjaan kita?  Pada intinya adalah membuat komputer/PC bisa menginstall file yang diperlukan agar printer kita berjalan dengan normal, file yang lebih spesifik sebenarnya ada di dalam folder w32x86 tersebut yakni file : winprint.dll. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1.      Matikan sementara Printer Spooler Service
Caranya adalah dengan klik Start kemudian ketiklah pada kota Run lalu tekan enter,  muncul kotak run tersebut di dalam kotak tuliskan : services.msc lalu tekan OK.

  

Gambar 2


Lalu muncul layar service seperti di bawah ini pilihlah : printer spooler lalu  lihat di sebelah STOP SERVICE nya, dengan cara Klik Kanan Pada Printer Spooler lalu klik STOP



 Gambar 3 

 Biarkanlah kondisi printer spooler sementara mati/berhenti service nya.
 
3. Download file w32x86 disini 
 Setelah anda download silahkan diekstrak, karena filenya dalam bentuk file zip.

4. Copy dan pastekan file tersebut ke folder prtprocs, yang bisa anda buka di uturan sebgai berikut Drive C lalu Windows lalu System32 lalu spool di folder spool inilah terdapat folder prtprocs tersebut. Yang nantinya akan dipaste ke dalam folder tersebut, file w32x86 yang sudah anda download di atas. Dalam kasus saya ternyata folder PRTPROCS nya tidak ada, maka saya membuat folder baru dengan cara di dalam folder spool klik kanan klik NEW FOLDER terus beri nama dengan huruf kecil semua : prtprocs lalu tekan enter. Nah setelah itu pastekanlah file w32x86 tadi (yang sudah anda ekstrak/bukan dalam bentuk zip file lagi).


Gambar 4

5. Setelah itu cek dengan meng klik folder prtprocs dan file w32x86 dan silahkan di cek isinya kurang lebih sebagai berikut yang penting ada winprint.dll nya, seperti gambar di bawah ini. Perhatikan yang saya beri tanda kotak merah, itu adalah urut-urutan membuka folder hingga kita mengetahui bahwa file yang diperlukan untuk menginstall driver printer sudah ada. 

Gambar 5

6. Kemudian dengan langkah pertama hidupkan kembali Service Printer Spooler nya. Caranyua sama dengan langkah pertama hanya saja sekarang STOP diganti dengan START.

Friday, April 26, 2019

Surat Edaran Nomor 208/C.C1/PM/2019 Tentang Penjelasan Program dan Satuan Pendidikan Penyelenggara PAUD sorta Pemberian BOP DAK PAUD

Surat Edaran Nomor 208/C.C1/PM/2019 Tentang Penjelasan Program dan Satuan Pendidikan Penyelenggara PAUD sorta Pemberian BOP DAK PAUD

Surat Edaran Nomor 208/C.C1/PM/2019 Tentang Penjelasan Program dan Satuan Pendidikan Penyelenggara PAUD sorta Pemberian BOP DAK PAUD
Unduh File.pdf
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NO 4 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS NONFISIK BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TAHUN 2019

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NO 4 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS NONFISIK BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TAHUN 2019

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NO 4 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS NONFISIK BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TAHUN 2019